Skip to main content

Sejarah Nabi #2

Letak Kota Mekah

Sahabat Fillahku, tahukah kalian nama kota suci kaum Muslimin? Ya betul! Kota suci kaum Muslimin adalah Kota Mekah. Di Kota Mekah inilah letaknya Ka'bah, Baitullah. Ke arah Ka'bahlah seluruh Muslim di dunia menghadapkan diri jika sedang shalat. Di kota Mekah inilah nabi kita tercinta, Muhammad SAW., dilahirkan.

Kemudian, apakah kalian juga tahu di mana letak Kota Mekah? Di atas bukit yang subur? Atau di pinggir sungai besar yang dipenuhi banyak ikan? Sahabat fillahku, sebenarnya Kota Mekah adalah sebuah lembah yang tidak begitu luas di tengah lautan pasir. Bukit-bukit mengurung lembah ini rapat-rapat. Begitu rapatnya sehingga cuma ada tiga jalan untuk keluar dan masuk Mekah. Jalan pertama menuju ke Yaman, jalan ke dua menuju ke Laut Merah, dan jalan ketiga adalah jalan menuju Palestina.

Ribuan tahun yang lalu, Lembah Mekah hanyalah sebuah tempat persinggahan rombongan kafilah, baik yang datang dari Yaman menuju Palestina maupun sebaliknya, yang datang dari Palestina menuju Yaman. Nabi Ismail lah yang pertama kali membuat Mekah menjadi sebuah kota.

Catatan tambahan

Pakaian Orang Arab
Penduduk asli Jazirah Arab adalah suku Badui. Pakaian mereka longgar, hangat pada musim dingin, dan sejuk pada musim panas. Pakaian ini menjaga kulit dari sengatan matahari serta angin kering. Pada zaman para nabi, pakaian ini terdiri atas dua helai. Satu helai melilit tubuh dari bawah ketiak. Satu helai lagi adalah sebuah jubah panjang sampai kaki dan terbuat dari bulu domba atau unta. Warnanya krem dengan lurik tegak berwarna hitam, biru, coklat atau putih. Pakaian wanitanya panjang menyapu tanah dan sangat longgar. Selendang melilit pinggang, jubahnya berlurik merah, kuning, hitam atau biru. Cadarnya berwarna hitam atau putih. Tudung kepala berwarna merah, putih, atau cokelat melindungi mata, telinga, dan hidung dari debu dan badai pasir.

- Kisah diambil dari buku Muhammad Teladanku Jilid 1

- One Day One Siroh

Comments

Popular posts from this blog

Menu Sarapan Sederhana

Menu sarapan pagi ini adalah nasi, telur dadar, dan sayur bening oyong. Menunya sederhanya dan rasanya biasa saja. Namun, jika dinikmati ketika masakannya masih hangat, rasanya menjadi tidak biasa. Apalagi jika suasana hati dan pikiran sedang bahagia.. Untuk para pembaca, jangan lupa sarapan ya..

Tokoh dalam Buku Aisyah Putri

Kenalan sama tokoh dalam buku Aisyah Putri Yuk! Aisyah Putri dipanggil puput adalah seorang remaja muslimah dan masih duduk di bangku SMA 2000. Aisyah berwatak peduli sama teman-teman yang sedang kesusahan. Kakak pertama Aisyah Putri bernama Vincent yang biasa dipanggil Vince, adalah anak kedokteran yang susah makan dan hobinya kutu buku. Kakak kedua Aisyah Putri bernama Harap adalah anak teater dan suka mengumpulkan aksesoris dari logam sampai akar-akaran. Kakak ketiga Aisyah Putri bernama Hamka. Adalah anak IPB (Institut Pertanian Bogor) yang hobinya mendaki gunung dan menyukai hal-hal yang berhubungan dengan listrik. Kakak keempat Aisyah Putri bernama Idwar yang biasa dipanggil Iid. Adalah anak karate dan hobi memasak. Mama Aisyah Putri adalah seorang kepala keluarga. Karena ayah Aisyah sudah meninggal waktu Aisyah masih kecil. Mama Aisyah memiliki sifat yang keibuan, penyabar, dan penuh perhatian. Sahabat Aisyah Putri yang pertama yaitu Linda, hobinya makan dan orangnya ju...

"Ketika Mas Gagah Pergi"

Sinopsis Buku  "Ketika Mas Gagah Pergi" Gita selalu bangga pada abangnya yang ia panggil Mas Gagah. Namun suatu hari Mas Gagah berubah! Berubah pula semua kehidupan Gita. Dan ketika kemudian Mas Gagah pergi, apa yang terjadi dengan Gita? Siapa Nadia Hayuningtyas dan lelaki berkemeja kotak-kotak yang selalu Gita lihat di dalam bus, kereta api, dan berbagai tempat ini? Dan mengapa lelaki itu mengingatkannya pada Mas Gagah? Apa kata mereka tentang KMGP? Ketika Mas Gagah Pergi sangat menginspirasi saya sebagai remaja saat itu, dan membuat saya menjadi pribadi yang lebih peduli pada sekitas serta lebih mencintai Islam. Kisah ini abadi dan mampu mengubah pembacanya jadi lebih baik. (Asma Nadia, Penulis Buku-buku Best Seller Indonesia) Saya membaca KMGP saat SMP. Buku ini bukan hanya membuat saya bergetar dan menangis, namun mampu menginspirasi dan menggerakkan saya untuk berubah. Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk anak-anak muda dan siapa saja. (Hamas Syahid...