Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Puisi

こけこっこ 朝の日光が きれいだよ 鳥がぴょぴょ 鳥がぴょぴょ でも、急に がたがた聞こえ 千クンさん 朝寝坊だろう 大変ですよ 浴びないで 学校へ行く くしゃくしゃなあ かきのようだね かわいそうだよ たいへんだ たいへんだった 悪い日が あきらめないで もっとガンバロウ 2010年にこの短歌は私とエカ・スサンティ が作りました。 この短歌を作った場所はリア外国語大学です。 韻文の授業のため、この短歌を作りました。絶対忘れませんよ。

Wanita

Di sini Siapa pun yang mengaku sebagai wanita Kau memang lemah, Kau memang tak se kuat laki-laki , Air matamu mengalir tiada henti Tapi, Kau lembut, Kau menawan, Kau juga tegar. Kau mampu menundukkan Lawanmu Hanya dengan senyummu. Tunjukkan bahwa dirimu Bisa!

For The Soul

Ketika diri ini Lemah, lunglai tak berdaya Dunia terasa gelap hampa.. Dunia seakan runtuh Namun, Di puncak kelemahan Di tengah kegelapan dan kehampaan Ada setitik cahaya dan harapan yang menerangi.. yang menguatkan.. Hati dan jiwa ini Allahu Akbar.. Hanya pada-Mu Semua akan kembali

Tentang Cinta

Sekalipun cinta telah ku uraikan dan ku jelaskan panjang lebar Namun, jika cinta ku datangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang Namun, tanpa lidah cinta ternyata lebih terang Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur Cinta sendirilah yang menerangkan cinta Dan percintaan!

Sebuah Syair

Aku bertanya kepada kemiskinan Di manakah kamu berada? Ia menjawab, aku berada di sorban para ulama Mereka adalah saudaraku Yang tidak mungkin aku tinggal begitu saja Bagaimana mungkin ia bisa melalaikan itu semua?

Cinta

Puisi Rumi Cinta adalah kekuatan yang mampu: Mengubah duri jadi mawar, Mengubah cuka jadi anggur, Mengubah malang jadi untung, Mengubah sedih jadi riang, Mengubah setan jadi nabi, Mengubah iblis jadi malaikat Mengubah sakit jadi sehat, Mengubah kikir jadi dermawan, Mengubah kandang jadi taman, Mengubah penjara jadi istana, Mengubah amarah jadi ramah, Mengubah musibah jadi muhibah. Itulah cinta!

Kau Mencintaiku

Kau mencintaiku Seperti bumi Mencintai titah Tuhannya Tak pernah lelah Menanggung beban derita Tak pernah lelah Menghisap luka Kau mencintaiku Seperti matahari Mencintai titah Tuhannya Tak pernah lelah Membagi cerah cahaya Tak pernah lelah Menghangatkan jiwa Kau mencintaiku Seperti air Mencintai titah Tuhannya Tak pernah lelah Membersihkan lara Tak pernah lelah Menyejukkan dahaga Kau mencintaiku Seperti bunga Mencintai titah Tuhannya Tak pernah lelah Menebar mekar aroma bahagia Tak pernah lelah Meneduhkan gelisah nyata

Pohon Zaitun Masih Berbunga

Puisi untuk anak-anak Irak yang teraniaya Di kota Basrah Seorang ibu melagu Di depan ayunan bayinya Mendendangkan lagu sayang Tidurlah nak, malam masih panjang Pohon zaitun di halaman masih berbunga Katakan pada dunia kita masih ada Seribu satu cerita masih aku punya Untuk mengantarkan kau dewasa Syahrazad mungkin habis cerita Tak menyangka di ujung umur dunia Seorang durja memporak-porandakan negeri kita Namun do’a Rabi’ah Membuka pintu Tuhan Pintalah apa yang bisa kau pinta Pintalah agar zaitun tetap berbunga Pintalah darah syuhada menjadi pupuknya Pintalah negeri kita tetap ada Pintalah apa yang bisa kau pinta Pintalah nak Pinta Tuhan menjaga Karya: Fatin Hamama

Salam Sayang

Tutup mata hatimu dari kebencian Jangan selalu gelisah Hiduplah dengan kesederhanaan, Pengeluaran yang terbatas, memberi yang banyak, selalu bernyanyi Selalu berdoa Lupakan masa lalu... Selalu berpikir dengan perasaan Beri perasaan hatimu dengan cinta Seperti matahari yang akan terbit... Semua itu merupakan lingkaran emas dari kehidupan Yang pasti akan BERHASIL Aamiin aamiin, Yaa Robbal ‘aalamiin Salam sayang untuk kalian semua NB : “sayang” salam sayang karena kita sama-sama makhluk Allah Yang memiliki kesempatan yang sama untuk berbuat Yang terbaik dari diri kita. Salam sayang sayang karena kita telah mendapatkan Karunia yang besar dari Allah