Skip to main content

Posts

HAKIKAT KEBAHAGIAAN

Semua aktivitas manusia bertujuan untuk kebahagiaannya. Berikut adalah 3 tipe manusia dalam mencari kebahagiaan . T ipe yang manakah kamu?   1. Tipe manusia yang bahagia karena harta. Hidupnya bahagia karena harta yang banyak/melimpah. Contoh manusia yang bahagia karena harta yang melimpah di dalam Al Qur’an yaitu, Qarun, anak paman nabi Musa as. Di dalam Al Qur’an Allah berfirman, “ Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.”” (T QS. Al Qashash 76 ) Gambaran h arta yang dimiliki Qarun “ Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti ...

Cinta kepada Allah

Ini adalah materi yang ku dapat dari mentoring akhwat di kampus hari Sabtu minggu lalu. Aku mencoba menuliskannya di blog ini untuk berbagi ilmu dengan kalian semua. Semoga bermanfaat. Cinta kepada Allah berarti, meletakkan Allah di atas segala-galanya. Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rosul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk pada orang-orang fasik.” (Terjemahan QS. At-Taubah : 24) Tiga Tingkatan Cinta pada Allah Cinta tingkat tinggi, yaitu cinta pada Allah dan Rosul-Nya   Cinta tingkat menengah, yaitu cinta kepada orangtua dan saudara seiman   Cinta tingkat rendah yaitu, cinta pada thoghut (harta, hawa nafsu, jabatan, dan lain sebagainya) ...

Tangis

Menangis... Bukan berarti tanda kesedihan Bukan berarti tanda cengeng Bukan berarti tanda lemah Air mata itu... Bukankah suatu rahmat? Bukankah ia suatu maha karya? Bukankah ia karya yang begitu sempurna? Karya dari Yang Maha Sempurna Subhanallah...

Sebuah Syair

Aku bertanya kepada kemiskinan Di manakah kamu berada? Ia menjawab, aku berada di sorban para ulama Mereka adalah saudaraku Yang tidak mungkin aku tinggal begitu saja Bagaimana mungkin ia bisa melalaikan itu semua?

Kekerasan di Sekolah

Seorang guru atau pendidik merupakan orangtua kedua bagi murid-muridnya di sekolah. Guru yang baik pada dasarnya adalah manusia yang baik. Mereka memiliki kepribadian penyayang, baik, hangat, sabar, tegas, luwes dalam perilaku, bekerja keras, serta berkomitmen pada pekerjaan mereka. Pusat perhatian mereka bukanlah pada buku teks atau kurikulum, tetapi pada anak. Mereka sangat menyadari beragamnya cara anak-anak belajar, perbedaan antar anak-anak dan pentingnya metode beragam untuk mendorong siswa mampu belajar. Di dalam kehidupan bermasyarakat, tindak kekerasan juga dianggap melanggar hak asasi manusia, karena setelah terjadi tindak kekerasan, murid biasanya mengalami trauma, dan hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan belajarnya di sekolah. Sedangkan jika dilihat dari segi agama, di dalam ajaran agama manapun tindak kekerasan tidak dibenarkan. Boleh menggunakan sedikit kekerasan atau lebih tepatnya ketegasan dalam mendidik anak asalkan tidak sampai menyakiti anak, baik secara f...

For The Soul

Ketika diri ini Lemah, lunglai tak berdaya Dunia terasa gelap hampa.. Dunia seakan runtuh Namun, Di puncak kelemahan Di tengah kegelapan dan kehampaan Ada setitik cahaya dan harapan yang menerangi.. yang menguatkan.. Hati dan jiwa ini Allahu Akbar.. Hanya pada-Mu Semua akan kembali